Kolaborasi Internasional PARI Malaysia – Fakultas Teknik Unjani: Wujudkan Desa Mandiri Energi Ramah Lingkungan
CIMAHI, Dalam upaya nyata mendorong transisi energi hijau di tingkat komunitas, “Persatuan Anak Rantau Indonesia (PARI) Malaysia” menjalin kemitraan strategis dengan Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani). Kerjasama ini difokuskan pada program pengabdian masyarakat bertajuk “Empowering Communities with Green Energy Saving Solution”, yang resmi dimulai melalui penandatanganan nota kesepahaman pada 2023 lalu. Program kolaboratif ini dirancang untuk mengimplementasikan teknologi hemat energi sederhana dan terbarukan di desa-desa binaan, sekaligus menjadi wadah aplikasi langsung ilmu keteknikan bagi mahasiswa Unjani di kancah internasional.
Sinergi Ilmu dan Kepedulian Sosial
Ketua PARI Malaysia, Ahmad Faisal, dalam sambutannya menyatakan bahwa organisasinya tidak hanya fokus pada pemberdayaan diaspora Indonesia di Malaysia, tetapi juga memiliki komitmen kuat untuk berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan di tanah air.
“Ini adalah bentuk giving back kami. Banyak anak rantau yang memiliki latar belakang teknik dan energi. Melalui kerjasama dengan Fakultas Teknik Unjani, kami bisa mentransfer pengetahuan sekaligus mengimplementasikan solusi nyata untuk masyarakat desa yang seringkali terbebani oleh biaya listrik,” ujarnya.
Dekan Fakultas Teknik Unjani, Dr. Een Taryana, ST, M.T., menekankan bahwa kolaborasi ini selaras dengan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi. “Ini bukan sekadar proyek. Ini adalah pembelajaran holistik bagi mahasiswa kami untuk terjun langsung, merancang solusi kontekstual, dan bekerja dalam tim internasional. Teknologi yang akan kami terapkan berprinsip pada appropriate technology – murah, mudah dibuat, dan mudah dirawat oleh warga.”
Program “Empowering Communities with Green Energy Saving Solution” akan dijalankan secara bertahap selama satu tahun ke depan di beberapa desa di Jawa Barat. Beberapa inisiatif unggulan yang telah dirancang antara lain:
- Pemasangan Lampu PJU Tenaga Surya: Menerangi jalan desa dan pusat kegiatan masyarakat dengan energi bersih.
- Pelatihan Pembuatan Biogas Sederhana: Mengolah limbah kotoran ternak menjadi sumber energi untuk memasak, mengurangi ketergantungan pada gas LPG dan kayu bakar.
- Edukasi “Rumah Hemat Energi”: Sosialisasi dan bantuan modifikasi kecil pada rumah warga untuk meningkatkan efisiensi pencahayaan dan ventilasi.
- Bengkel Perbaikan Alat Listrik: Melatih pemuda desa untuk memperbaiki peralatan elektronik sederhana, mengurangi biaya dan sampah elektronik.
Dampak yang Diharapkan: Kemandirian dan Inspirasi
Melalui program ini, diharapkan tidak hanya terjadi penghematan ekonomi bagi keluarga penerima manfaat, tetapi juga lahirnya kesadaran kolektif tentang pentingnya energi berkelanjutan. Mahasiswa yang terlibat juga akan mendapatkan pengalaman lapangan yang berharga dan perspektif global. Sebagai bagian dari kampanye digital, konten edukasi tentang tips hemat energi dan dokumentasi kemajuan proyek akan dibagikan secara masif melalui kanal media sosial PARI Malaysia dan Unjani. Tujuannya adalah untuk menginspirasi komunitas lain dan organisasi serupa agar dapat mereplikasi model pemberdayaan ini.
Kami ingin menunjukkan bahwa solusi energi hijau itu bisa dimulai dari desa, dari hal yang sederhana. Kolaborasi seperti ini adalah kuncinya: menggabungkan hati anak rantau, keahlian akademisi, dan semangat masyarakat,” tutup Ahmad Faisal.
Inisiatif seperti ini adalah bukti bahwa isu lingkungan bisa diselesaikan dengan kolaborasi kreatif lintas batas. Bagi kita sebagai masyarakat digital, kita bisa mendukung dengan cara:
- Menyebarkan berita baik ini untuk memperluas dampak inspirasi.
- Memulai dari diri sendiri dengan kebiasaan hemat energi di rumah.
- Menanyakan dan mendukung produk-produk yang menggunakan energi terbarukan.




