Fakultas Teknik Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menjalin sinergi strategis dengan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dalam sebuah penelitian pengabdian masyarakat bertaraf internasional. Fokusnya adalah melakukan “Techno-Economic Assessment of Dimethyl Ether (DME) Production through Methanol Dehydration Process”, sebuah kajian mendalam untuk membuka potensi DME sebagai bahan bakar alternatif yang bersih dan ekonomis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam upaya mendorong inovasi di bidang energi terbarukan, Fakultas Teknik Unjani dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia secara resmi meluncurkan program kolaborasi riset dan pengabdian kepada masyarakat. Projekt utama kolaborasi ini adalah studi kelayakan techno-ekonomi (Techno-Economic Assessment/TEA) untuk produksi Dimethyl Ether (DME) melalui proses dehidrasi metanol. DME dikenal sebagai calon bahan bakar masa depan yang menjanjikan karena sifatnya yang ramah lingkungan (emisi partikulat dan SOx rendah) serta dapat diproduksi dari sumber daya domestik, termasuk gas alam dan biomassa. Kerja sama ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif aspek teknologi proses produksinya dan kelayakan ekonominya dalam skala komersial, khususnya dalam konteks kondisi industri Indonesia dan Malaysia.
“Kolaborasi ini bukan sekadar penelitian akademis, tetapi sebuah bentuk pengabdian internasional kami untuk memberikan solusi ilmiah yang aplikatif bagi industri energi nasional dan regional,” ujar Dekan FT Unjani Dr. Een Taryana, ST., MT, selaku penanggung jawab projekt dari Unjani. “Hasil assessment ini akan menjadi peta jalan (roadmap) yang kritis bagi investor dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan DME sebagai bagian dari transisi energi.”

Proyek ini melibatkan pertukaran pengetahuan dan sumber daya antara kedua institusi. Tim dari FT Unjani, dengan keahlian di bidang Teknik elektro, Teknik kimia dan Bidang keahlian lain yang mendukung analisis Proses dan EBT, akan bekerja sama dengan peneliti UiTM yang memiliki spesialisasi dalam analisis ekonomi teknik dan simulasi proses canggih. Metodologi yang digunakan mencakup simulasi proses menggunakan perangkat lunak khusus (seperti Aspen HYSYS), analisis sensitivitas harga bahan baku, hingga evaluasi dampak lingkungan.
UiTM, menekankan pentingnya pendekatan regional. “Kelangkaan energi fosil dan komitmen net-zero emission adalah tantangan bersama ASEAN. Dengan menggabungkan data dan keahlian dari kedua negara, kajian ini akan menghasilkan analisis yang lebih robust dan relevan untuk diterapkan di skala regional,” jelasnya.
Keluaran yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini tidak hanya berupa laporan ilmiah dan publikasi di jurnal internasional, tetapi juga sebuah model simulasi dan database yang dapat diakses oleh industri. Selain itu, kegiatan ini juga mencakup program student exchange dan kuliah tamu, yang secara langsung memberdayakan mahasiswa dari kedua negara untuk terpapar dengan penelitian berstandar global. Kolaborasi Unjani-UiTM ini merupakan wujud konkret dari peningkatan peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global melalui penelitian terapan dan kerja sama internasional, sekaligus menguatkan posisi Indonesia di peta riset energi bersih dunia.